Dampak ke Petani Diantisipasi

127 views

JAKARTA, KOMPAS — Proses penawaran hingga beras impor tiba di gudang Perum Bulog diperkirakan butuh waktu satu bulan. Jika tepat waktu, beras diprediksi tiba pada pertengahan Februari 2018, ketika petani memulai panen musim rendeng. Karena itu, pemerintah perlu mencegah dampak impor bagi petani padi.

Mantan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, Rabu (17/1) berpendapat, agar tidak ada konflik dengan panen petani, Bulog sebaiknya mengarahkan beras impor ke gudang-gudang di daerah nonsentra produksi, khususnya daerah yang gudangnya kosong. Seperti sebelumnya, beras impor masuk, antara lain, ke Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau.

Bulog dinilai berpengalaman mengimpor beras dalam jumlah besar seperti 500.000 ton saat ini. Berdasarkan proses selama ini, butuh beberapa minggu sejak penawaran sampai beras tiba di gudang. Karena itu, jika penawaran dimulai pertengahan bulan ini, beras diperkirakan tiba pertengahan bulan depan.

Menurut Bayu, Bulog jadi lebih percaya diri menggelontorkan cadangan beras karena ada calon pengganti stok. Pedagang juga tidak lagi berspekulasi karena Bulog akan menyalurkan beras melalui operasi pasar dalam jumlah yang cukup.

Analis Kebijakan pada Centre for Agriculture and People Support, M Husein Sawit berpendapat, pemerintah perlu mengantisipasi dampak masuknya beras impor bagi panen petani. Dia berharap beras impor tidak sampai masuk ke pasar karena akan menekan harga gabah atau beras petani. Beras sebaiknya masuk gudang untuk disimpan sebagai cadangan beras pemerintah.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, pemerintah menyerahkan proses impor distribusinya pada Bulog. Namun, mengingat ada panen raya pada Maret-April nanti, Bulog perlu mempercepat kedatangan beras impor. ”Kami berharap dari 500.000 ton itu ada setidaknya beberapa kontainer kapal yang bisa datang lebih awal pada akhir Januari ini,” kata Oke.

Baca juga  Kemtan memperberat syarat beras premium

Sejak mendapatkan penugasan mengimpor beras pada 15 Januari 2018, Bulog membuka lelang pengadaan impor beras. Bulog mensyaratkan peserta lelang harus dari asosiasi perberasan di negara-negara produsen.

Mulai dari lelang atau pengadaan Bulog, negosiasi, pemrosesan letter of credit (LC), pengiriman, hingga sampai di Indonesia membutuhkan waktu sekitar sebulan. Tahapan terlama adalah pemrosesan LC, butuh waktu 18-20 hari.

Mantan Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, proses impor beras bergantung pada beberapa faktor. Faktor-faktor itu adalah proses pengadaan atau tender, ketersediaan stok di negara asal, ketersediaan kapal pengangkut, dan proses di pelabuhan tujuan.

”Kalau semua lancar dan kondisi normal, impor beras butuh waktu sekitar tiga minggu,” ujarnya.

Respons daerah

Kabupaten Magelang dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menolak pasokan beras impor. Kabupaten Magelang masih bisa memanfaatkan surplus beras tahun 2017 sebanyak 147.000 ton sehingga kebutuhan tercukupi dari panen raya Februari mendatang. Kebutuhan beras Kabupaten Magelang sekitar 128.000 ton per tahun.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Magelang, Wijayanti menuturkan, Februari mendatang, luas panen padi diperkirakan mencapai lebih dari 20.000 hektar, dengan produktivitas lahan 6,3 ton gabah kering giling (GKG) per hektar.

Harga beras dan gabah memang melambung tinggi. Namun, menurut Wijayanti, itu tidak disebabkan oleh kelangkaan panen. ”Saat ini, satu-satunya masalah yang terjadi dalam panen padi hanyalah penurunan kualitas gabah karena terlalu sering tersiram hujan,” ujarnya.

Sama seperti Kabupaten Magelang, Kabupaten Purworejo juga menolak pasokan beras impor. Pada Februari mendatang, Purworejo akan memasuki musim panen. Luas panen diperkirakan mencapai 3.000 hektar. Panen berlanjut hingga April dengan total luas panen sekitar 29.000 hektar. Produktivitas lahan mencapai 6,2 ton GKG per hektar.

Baca juga  Memasuki Musim Tanam, Kementan Targetkan Swasembada Beras Berlanjut

Sementara pabrik penggilingan padi skala kecil dan menengah di Karangsinom, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, khawatir harga beras anjlok seiring masuknya beras impor. Pabrik telanjur membeli gabah dengan harga tinggi. Impor beras dapat menurunkan harga gabah yang saat ini di atas harga pembelian pemerintah.

Di tengah upaya pemerintah menstabilkan harga beras, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang menggagalkan pengiriman 48 ton beras Bulog menuju Kalimantan Timur melalui Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Beras dari Demak tersebut seharusnya didistribusikan di wilayah Jateng.

Kepala Polrestabes Semarang Komisaris Besar Abiyoso Seno Aji mengatakan, beras dalam dua kontainer tersebut awalnya milik pihak swasta yang ditunjuk Bulog untuk dipasarkan di Jateng. Pihak swasta itu menjual ke pihak lain yang kemudian hendak mengirim ke Kaltim.

”Sesuai aturan, beras Bulog hanya boleh didistribusikan sesuai dengan daerah yang sudah ditentukan. Beras ini seharunya didistribusikan untuk Semarang, Demak, dan Pati. Beras akan dikirim ke Kaltim karena memberi keuntungan besar. Kami masih memeriksa sopir, pemilik beras, dan pihak swasta,” kata Abiyoso.

  • Kompas

 

banner 300x280

Leave a reply "Dampak ke Petani Diantisipasi"

Author: 
author